Loading...

#BROLIDAY: A Journey To Bollywood Land

#BROLIDAY: A Journey To Bollywood Land

Selain kekayaan budaya dan keunikan masyarakatnya, India juga dikenal sebagai tanahnya film-film Bollywood. Tak bisa dipungkiri memang, perfilman di India sangatlah merajai pasar lokal bahkan berhasil memikat banyak minat orang Indonesia dan negara-negara di Asia lainnya. Jumlah produksi film Bollywood pun telah melampaui produksi film Hollywood. Majunya perfilman di India ini ternyata didukung oleh kekayaan dan kentalnya budaya lokal. Masyarakat India lebih mencintai budayanya dan memang seharusnya mereka pun harus berbangga dengan kekayaan sejarah negara anak benua tersebut.

Banyak yang bilang juga bahwa India merupakan negara yang menantang untuk dijelajahi. Kota yang semrawut, kotor, bau, beragam penyakit endemik, adalah sebagian rumor mengenai India yang saya dengar. Jadi, apakah India itu seindah film-film Bollywood atau haruskah saya percaya dengan rumor yang ada? Saya, Adjuy, dan Andre, tiga orang anak muda yang penasaran dengan tanah Bollywood ini merencanakan #BROLIDAY dengan total perjalanan 12.000 km, 14 hari, dan 7 kota.

brodo_journey to bollywood land

Untuk mengawali langkah #BROLIDAY di India, kami menempuh perjalanan darat dengan kereta selama 23 jam, dari kota Hyderabad ke Agra. Perjalanan 1200 km ini ternyata tak seburuk yang saya bayangkan. Tinggal di gerbong kereta kelas 3 dengan fasilitas AC dan kursi sleeper membuat perjalanan seharian ini terasa nyaman. Dari perjalanan ini pula, saya bisa mengenal warga lokal. Membuka obrolan, mengamati kebiasaan, dan melihat cuplikan keseharian warga sekitar lewat jendela kereta.

brodo_journey to bollywood land2

brodo_journey to bollywood land5

Kabut dan udara pagi yang dingin di awal musim semi membuka fajar di kota Agra. Kami sangat semangat untuk mengejar golden light pagi itu di salah satu situs sejarah paling terkenal di Dunia, Taj Mahal.

Mulai dari memasuki gerbang, kami sudah terpukau dengan kemegahan situs sejarah ini. Terlihat antusias penduduk lokal yang berbondong-bondong untuk menyaksikan keagungannya. Kami tak mau kalah, dengan sangat bersemangat berjalan masuk ke pelataran dan akhirnya kami bisa menyaksikan secara langsung bangunan megah berwarna putih bersih. Saya menarik napas panjang.. Tak salah Taj Mahal masuk sebagai 7 Keajaiban Dunia.

brodo_journey to bollywood land3

brodo_journey to bollywood land4

Kemegahan India tak hanya sampai Taj Mahal. Dari kota Agra, kami juga singgah ke ibukota Delhi dan melanjutkan perjalanan ke Jodhpur, the blue city! Perjalanan 10 jam dengan kereta terbayar dengan kemegahan kerajaan Mughal yang masih terlihat jelas pada Mehrengarh Fort. Benteng yang berdiri gagah di atas bukit sudah memanggil setibanya kami di stasiun kereta.

Tak ketinggalan, pemandangan kota biru di provinsi Rajasthan yang sangat memukau ini. Susunan rumah-rumah yang bertembok biru membuat kota ini terlihat cantik. Ditambah pemandangan yang cukup kontras di sekitarnya.

brodo_journey to bollywood land14

brodo_journey to bollywood land13

brodo_journey to bollywood land15

makan-di-jodhpur

Dan siapa yang menduga India memiliki padang pasir yang indah? Berpindah ke sudut barat negeri ini, kami menginap beberapa malam di kota Jaisalmer. Sebuah kota yang hanya berjarak 50 km dari perbatasan dengan negara Pakistan. Kota ini dikelilingi oleh padang luas berbatu dan dengan berkendara sekitar 1 jam, kita akan menemukan padang pasir yang cantik. Onta-onta terparkir dan di kejauhan kita bisa menemukan kemah-kemah tempat para turis bermalam.

brodo_journey to bollywood land8

brodo_journey to bollywood land6

brodo_journey to bollywood land7

Sembari menunggu matahari terbenam, kami menikmati sajian musik dan tarian dari penduduk setempat yang berkeliling mencari nafkah. Cukup mengejutkan bisa menemukan pengamen di tempat antah berantah seperti ini. Tak banyak orang yang berkunjung ke padang pasir ini. Kami cukup beruntung.

brodo_journey to bollywood land10

brodo_journey to bollywood land12

Setelah menyaksikan keindahan dan kekayaan sejarah di India, kami tak sabar untuk menutup perjalanan ini di kota Bollywood, yaitu Mumbai. Berjarak 1000 km dari Jaisalmer. Kami bergerak ke arah selatan dengan menaiki bus lokal dan tentunya kereta yang jauh berbeda dengan yang sebelumnya pernah kami naiki. Tak mendapatkan tiket duduk, akhirnya kami berdiri selama 6 jam kemudian melanjutkan duduk di dalam toilet. Sebelum menutup perjalanan, nampaknya kami harus dihadapkan dengan realitas di India.

brodo_journey to bollywood land17

brodo_journey to bollywood land18

brodo_journey to bollywood land19

Meskipun diterpa oleh pengalaman kurang mengenakan, akhirnya kami bisa menikmati kota Mumbai yang cantik. Tak hanya dipenuhi oleh bangunan klasik dari masa kolonial Inggris namun kami juga bisa bersantai sore hari di tepi pantainya. Menikmati angin sore dan menyaksikan tenggelamnya matahari.


andre-febry-adjuy

#BROLIDAY: A Journey to The Bollywood Land ini ditulis oleh Febry Fawzi, seorang copywriter yang sekarang tinggal di Bandung. Lahir dan terperangkap di kota Jakarta selama 23 tahun membuat dirinya ingin mengeksplor segala tempat di dunia, mulai dari pulau-pulau tropis di Tanah Air hingga bersepeda melintasi prefektur di Jepang. Cerita perjalanan lengkapnya bisa dilihat di http://blogtotrip.wordpress.com atau akun instagram @triptotrip

Bersama dengan Adjuy, seorang graphic designer lulusan kampus terkemuka di kota Bandung, perjalanan ini terasa lebih menarik lewat bidikannya dengan kamera analog. #BrodoGentlemen yang menyukai fotografi ini juga bercita-cita untuk membuat revolusi buku anak di Indonesia. Penasaran dengan hasil jepretan dari kamera analognya? langsung aja meluncur ke instagram @adjuyandkidt

Keseruan #BROLIDAY: A Journey to The Bollywood Land ini juga tak lengkap tanpa brogrammers yang satu ini. Andre, seorang lulusan terbaik di salah satu kampus di kota Bandung. #BROLIDAY ke India ini merupakan perjalanan pertamanya dengan paspor. Nampaknya brogrammers yang satu ini memang lengket banget dengan gadget, mau tau buktinya? Main aja ke akun instagramnya di @andreferdinata

Comments