Better Footwear: Sebuah Langkah Awal

.

Sampah akhirnya menarik perhatian kita setelah visualnya tersebar viral di internet; foto kuda laut yang membawa cotton bud di kedalaman laut Sumbawa; bangkai paus sperma penuh dengan sampah plastik di perutnya yang ditemukan terdampar di Pantai Tabuan, Lombok Timur 29 Maret lalu. Belakangan kita semakin tersadarkan, kehidupan manusia yang konsumitif berdampak buruk bagi lingkungan, tak terkecuali industri kulit.

.

“The True Cost” di balik Industri Kulit

Secara global, pendapatan industri kulit diperkirakan mencapai 91,2 miliar dolar US pada tahun 2018 (menurut www.researchandmarkets.com). Kita mungkin tidak begitu menaruh perhatian bagaimana proses dari selembar kulit binatang hingga menjadi jaket, sepatu, tas, dompet, dan produk kulit lainnya, yang sedikitnya dapat membawa dampak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Photo by Federico Gutierrez on Unsplash

Sederhananya, agar kulit hewan tidak berdekomposisi, diperlukan proses tannery menggunakan berbagai jenis bahan kimia seperti aldehida, kromium, arsenik, hingga sianida. Kemudian, jika produsen tidak mengolah lagi limbah proses tannery tersebut hingga bersih, maka akan mencemari ekosistem sungai, yang juga akan membahayakan masyarakat yang hidup di sekitar tempat pembuangan limbah.

.

Bagaimana Brodo merespon fakta ini?  

Berhadapan dengan fakta tersebut, mimpi yang notabene tidak wajar untuk dimiliki oleh sebuah perusahaan sepatu kulit lokal pun muncul. Alih – alih menutup mata dan tetap nyaman dengan julukan “Leather Footwear Company”, kami lebih ingin agar Brodo bisa dikenal sebagai “Better Footwear Company”, yang selanjutnya jadi cita-cita baru kami di tahun ini.

Hanya saja untuk bisa mewujudkan cita – cita tersebut, perlu dilakukan perubahan yang amat sangat drastis karena belum tentu teknologi yang dibutuhkan tersebut telah tersedia di Indonesia, belum lagi regulasi yang ada dan berlaku di Indonesia saat ini belum merujuk pada kemudahan dalam perwujudan cita – cita tersebut. Namun, bukan berarti Brodo tidak melakukan apa – apa untuk memulai langkah awal dalam mewujudkan impian tersebut.

per tahun 2018, sebagian besar produksi kami alihkan menggunakan kulit dari produsen yang bersertifikat, yang produksinya jauh lebih ramah lingkungan dan dengan proses tannery, instalasi PAL, serta pengelolahan limbah lainnya yang ketat. Lalu, di seluruh toko Brodo kini pun tidak menggunakan kantong plastik konvensional lagi. Kalau Brother butuh, kami menyediakan kantong kertas  atau kantong plastik dari singkong.

.

Better Footwear: Penggunaan Recycled Leather

Walaupun masih agak mustahil untuk mebuat industri kulit bisa 100% sustainable , dan mengingat banyaknya pengrajin UKM yang masih bersandar di bahu kami; menghentikan produksi secara total bukanlah solusi yang tepat. Namun, brodo terus mencari inovasi pada bahan yang kami gunakan, salah satu yang paling baru adalah eksperimen Brodo dengan kulit ECO serta pengembangan kulit vegan dengan beberapa mitra kami.

ECO Leather adalah formula Solvent-Free Microfiber, inovasi material yang bertujuan untuk mengurangi ke tergantungan terhadap material kulit yang sifatnya tidak sustainable
Secara singkat, ECO Leather adalah jenis material yang superior dimana durabilitasnya teruji dapat bertahan lebih dari 7 tahun, serta pengolahannya yang sama sekali tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, menjadikan material ini sebagai salah satu alternatif terbaik pengganti kulit biasa.
Tekstur kulit alami di permukaan, daya tahan yang kuat, serta bahan yang lebih ringan daripada material kulit biasa, memberikan banyak sekali kelebihan baik bagi sang pengguna, juga bagi lingkungan di generasi selanjutnya.

Kami juga bekerja sama dengan Mycotech dalam mengembangkan produk bebas kulit menggunakan teknologi mereka yang disebut MYLEA. Tidak seperti kulit berbahan dasar hewani, proses penyamakan Mylea dari bahan ini bebas kromium-3 dan mengonsumsi lebih sedikit air. Bahan ini memungkinkan kita untuk menggunakan pewarna botani dari tanaman asli, pohon, akar, daun dengan seluruh spektrum warna yang berbeda. Proses pertumbuhan jamur yang cepat hanya dalam 7 hari, mempersingkat pola produksi kulit, dibandingkan dengan sapi yang membutuhkan 3-4 tahun ternak.

.

Kenapa kami berani?

Menghadirkan Better Footwear kepada para Brother adalah salah satu dukungan kami untuk terus menjaga bumi kita tetap lestari. Serta sebagai sebuah jawaban dari pertanyaan:

“Masa depan seperti apa yang ingin kita tinggalkan untuk generasi selanjutnya?”

Karena sudah seharusnya kita sadar bahwa kita berhutang budi kepada generasi sebelumnya. Selayaknya siklus kehidupan, sekarang waktunya kita sebagai generasi penerus, untuk mulai menyiapkan landasan yang sama bagi generasi setelah kita.

Photo by Yannis A on Unsplash

Desakan untuk perubahan dalam industri kulit tidak kami pandang sebagai sesuatu yang menghambat perjalanan kami. Justru kami sambut sebagai satu tantangan baru bagi Brodo supaya terus melakukan inovasi sebagai brand sepatu kulit berkualitas dari Indonesia di hati para Brother semuanya.

.

.

.

Credits: Lita Ludji & Fikri Irvandi

Comments