Loading...

BRODO Berbagi ‘Insight’ di Majalah Fortune Vo. 94

BRODO Berbagi ‘Insight’ di Majalah Fortune Vo. 94

Mendapatkan inspirasi bisa dari manapun. Selayaknya pendiri Brodo yaitu Yukka yang pertama kali membuat usaha sepatu ini dari kesulitan mengenai ukuran sepatu yang dia alami, nampaknya cerita ini telah banyak beredar di berbagai media massa, salah satunya Majalah Fortune. Tak hanya Yukka, co-founder Brodo Footwear, Putera Dwi Karunia pun ikut memberikan beberapa inspirasi lewat artikel di majalah ini pada rubrik Venture-nya. Bersamaan dengan itu, Remco Lupker (pendiri Tokobagus.com) dan Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa juga turut berpendapat mengenai Brodo dan situasi bisnis e-commerce di Indonesia.

“Jejak Sepatu Brodo di Pasar Online” nampaknya bisa menjadi insight bagi para penggiat bisnis yang juga ingin berfokus pada jalur online. Sebuah artikel yang dipublikasikan di Majalah Venture Vol. 94 ini banyak memaparkan mengenai awal mula Brodo berdiri, visi-misinya, hingga mengenai strategi praktis yang telah dijalankan oleh Brodo.

M Yukka Harlanda, selaku CEO Brodo Footwear nampaknya tak segan untuk membagi resep suksesnya. Yukka banyak bercerita mengenai langkah awalnya dalam membangun bisnis sepatu ini dan juga peran internet dalam menjalankan berbagai strategi untuk mendorong penjualan. Langkah yang dengan pasti diambil oleh Yukka dan Putera adalah lebih fokus menggarap pasar lokal dan menggarap pasar yang lebih besar dengan bergerilya di internet.

Pendiri Tokobagus.com, Remco Lupker juga berpendapat mengenai Brodo. Menurutnya, Brodo merupakan perusahaan yang berawal dari passion. Perusahaan yang tumbuh secara organik akan bertahan lebih lama daripada mereka yang mendirikan perusahaan tendensius atau ingin menjadi miliuner, tambahnya.

Ada juga data menarik dari riset yang dilakukan oleh Asosiasi E-commerce Indoensia (idEA) bahwa 78% dari 1300 populasi yang diriset membeli kebutuhan pakaian melalui online. Sedangkan nilai kapitalisasi uang yang beredar di pasar online pada 2013 tercatat US$ 8 miliar dan dua tahun mendatang diprediksi meningkat US$25 miliar. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Yukka. Selain itu, untuk mendukung bisnis online berjalan lancar, Yukka sangat memperhatikan respon dan interaksi yang terjadi di media sosial seperti Facebook. Ketua idEA, Daniel Tumiwa juga turut berkomentar mengenai bisnis online yaitu mengenai semakin banyaknya sistem pembayaran yang disediakan sebuah toko online, maka toko tersebut akan semakin atraktif, begitu pula dengan fitur customer service-nya, yang cepat, tepat, dan nyaman-lah yang lebih dipilih konsumen karena konsumen masa kini lebih mengutamakan kenyamanan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =