Loading...

Brodo Tempati Posisi ke- 10 sebagai Brand Indonesia Tereksotis

Brodo Tempati Posisi ke- 10 sebagai Brand Indonesia Tereksotis

Setelah dinobatkan sebagai Most Creative Companies 2015 oleh majalah bisnis ternama SWA, Brodo meraih gelar Top 25  Indonesia Exotic Brand oleh majalah yang sama. Brodo menduduki peringkat ke- 10 dan  mengungguli brand Tenun Gaya, Anomali Coffee, Ikat Indonesia, dan sebagainya. Indonesia Exotic Brand adalah kategori yang diusung pertama kali oleh SWA melihat identitas sebagai merek eksotis  dapat mendongkrak daya jual dan eksisitensi sebagai brand pilihan. Kriteria yang ditonjolkan dari kategori ini adalah  kekhasan dan daya tarik produk asli.

Ciri khas brand Indonesia lahir dari kesederhanaan. Berawal dari kolaborasi antara kesederhanaan dengan  orisinalitas, lahirlah sebuah brand. Ketika brand tersebut disukai, disebarkan melalui words of mouth lintas generasi, brand tersebut berpotensi menjadi brand yang legendaris. Keaslian dan kekhasan brand yang unggul akan menciptakan perspektif yang baik pula bagi konsumennya.

Pendapat konsumen mengenai sebuah brand dibentuk pula dari pengalaman nya terhadap produk dan brand. Ketika konsumen memutuskan untuk memakai sebuah brand, maka janji yang ditawarkan oleh brand tersebut merupakan faktor kuat dalam pengambilan keputusan tersebut.

Janji yang ditawarkan oleh sebuah brand tidak dapat diciptakan apabila brand tersebut tidak membangun relasi yang baik dengan konsumennya. Hubungan yang baik di sini artinya melibatkan sentuhan emosional atau membuat cerita yang baik antara brand dan konsumen. Tak hanya itu, nilai kemanusiaan harus terlihat utuh dan natural sehingga brand  tersebut dikategorikan authenthic brand yaitu brand yang bisa mewujudkann dirinya seperti manusia yang memiliki kepribadian dan berkarakter.  Ciri-ciri dari authentic brand adalah mandiri, tidak bergantung pada tren pasar yang berkembang dan sebagainya.

Dari sisi konsumen, brand tersebut dinilai sebagai brand yang eksotis. Pesona setiap brand memang relatif tidak mempunyai baku tertentu, namun konsumen bisa merasakan dan mengapresiasinya.

Oleh karena itu, SWA peduli dan mencari potensi brand eksotis pada brand asli dari Indonesia. Brand dikategorikan eksotis apabila mampu keluar dari perangkap kelaziman. Brand eksotis tersebut harus memiliki diferensiasi yang kuat dan terus berinovasi. Potensi tersebut juga harus dikembangkan beriringan dengan pemanfaatan loyalitas konsumen. SWA  lalu menetapkan 25 brand Indonesia menjadi brand eksotis, dengan menempatkan Brodo pada posisi ke- 10.

Memang eksotisme juga bisa  terlihat dari kesederhanaan dan konsistensi mengelola merk. Sepatu Brodo sejak dikembangkan  dari tahun 2010 oleh M. Yukka Harlanda dan Putera Dwi Kurnia, konsisten dengan  pengelolaan brand dan memiliki prinsip desain sepatu yang tidak lekang oleh waktu. “Setiap menciptakan desain baru, kami selalu memikirkan desain ini bisa bertahan lama  atau tidak .” Ujar Yukka

“Dari segi desain dan komposisi warna juga harus simpel dan orisinil. Tidak boleh mengikuti desain yang lain, walaupun mungkin ada saja yang mirip-mirip sedikit. Kami tetap mempunyai kekhasan sendiri dan tentunya harus bisa bercerita dengan sepatu tersebut.” Lanjut Yukka .

Dengan menerapkan experential marketing, Brodo membangun relasi dengan konsumennya. “Apapun itu, gali terus experience nya” tambahnya. Dengan  selalu memberikan pengalaman pada konsumen dan  kesan yang baik. Yukka menegaskan bahwa pada intinya Brodo dibentuk as human being.

Nah, gimana pendapat Brothers? Cocok gak Brodo dinobatkan sebagai Brand eksotis asli Indonesia?

 

Credits: Nadine Alisca Sembiring.

Comments