Loading...

Cerita Tentang Ayah dan Anak

Cerita Tentang Ayah dan Anak

Seperti hari-hari biasanya, ada seorang ayah dan anak yang sama-sama tinggal di satu rumah namun selalu ada jarak di antara mereka. Sementara sinyal di smartphone si anak selalu penuh dan lancar dengan dunia luar namun sinyal komunikasi terhadap si bapak rasanya berjalan statis, terus cuek.

Seperti hari-hari biasanya, ada seorang ayah dan anak yang sama-sama tinggal di satu rumah namun selalu ada jarak di antara mereka. Sementara sinyal di smartphone si anak selalu penuh dan lancar dengan dunia luar namun sinyal komunikasi terhadap si bapak rasanya berjalan statis, terus cuek.

 

Suatu ketika, saat pulang bekerja, si anak melihat sepatu ayahnya di rak sepatu. Dia melihat sepatu ayahnya yang sudah lusuh, sementara sepatu si anak tampil jantan menawan. Di situ dia merasa sedih..

Suatu ketika, saat pulang bekerja, si anak melihat sepatu ayahnya di rak sepatu. Dia melihat sepatu ayahnya yang sudah lusuh, sementara sepatu si anak tampil jantan menawan. Di situ dia merasa sedih..

 

Bertepatan dengan Hari Ayah, dia ingin mulai membangun komunikasi yang lebih lancar, dia berinisiatif untuk memberikan hadiah, yang rasanya cocok untuk menemani si ayah sehari-harinya.

Bertepatan dengan Hari Ayah, dia ingin mulai membangun komunikasi yang lebih lancar, dia berinisiatif untuk memberikan hadiah, yang rasanya cocok untuk menemani si ayah sehari-harinya.

 

Namun pas sudah menemukan desain sepatu yang cocok mau pesan sepatu online, si anak ragu-ragu memilih ukuran sepatu ayahnya. Lalu dia kembali ke rak sepatu untuk memeriksa nomor sepatu si ayah tapi ternyata nomor sepatunya pun sudah hilang karena sepatu si ayah yang sudah lusuh dipakai bekerja setiap hari. Tapi berkat intuisinya, dia berpikiran kalau ukuran sepatu ayahnya mungkin tak berbeda jauh dari dirinya. Akhirnya dipesan lah sepatu ngantor baru untuk si ayah.

Namun pas sudah menemukan desain sepatu yang cocok mau pesan sepatu online, si anak ragu-ragu memilih ukuran sepatu ayahnya. Lalu dia kembali ke rak sepatu untuk memeriksa nomor sepatu si ayah tapi ternyata nomor sepatunya pun sudah hilang karena sepatu si ayah yang sudah lusuh dipakai bekerja setiap hari. Tapi berkat intuisinya, dia berpikiran kalau ukuran sepatu ayahnya mungkin tak berbeda jauh dari dirinya. Akhirnya dipesan lah sepatu ngantor baru untuk si ayah.

 

Tak lama pesan, paket hadiah untuk si ayah datang. Kebetulan ibunya yang menerima.

Tak lama pesan, paket hadiah untuk si ayah datang. Kebetulan ibunya yang menerima.

 

Tibalah di Hari Ayah. Si anak dengan muka sumringah menemui ayahnya untuk mengucapkan terima kasih atas segala jasanya dan sembari memberikan kejutan sepatu baru buat di ayah. Tapi ternyata oh ternyata... sepatunya kekecilan. *tepok jidat* Untungnya.. si anak pesan sepatu untuk ayahnya di bro.do. Gak perlu khawatir kalau salah ukuran atau pesanannya gak sesuai. Tinggal balikin aja dan minta ditukar.

Tibalah di Hari Ayah. Si anak dengan muka sumringah menemui ayahnya untuk mengucapkan terima kasih atas segala jasanya dan sembari memberikan kejutan sepatu baru buat di ayah. Tapi ternyata oh ternyata… sepatunya kekecilan. *tepok jidat*

Untungnya.. si anak pesan sepatu untuk ayahnya di bro.do. Gak perlu khawatir kalau salah ukuran atau pesanannya gak sesuai. Tinggal balikin aja dan minta ditukar.

 

Selamat Hari Ayah, Bro! Semoga kita bisa terus memberikan yang terbaik untuk ayah kita. Di balik gentleman hebat, ada seorang ayah yang berjasa di belakangnya.

Selamat Hari Ayah, Bro! Semoga kita bisa terus memberikan yang terbaik untuk ayah kita. Di balik gentleman hebat, ada seorang ayah yang berjasa di belakangnya.

 

Comments

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + eleven =