Loading...

Crushing the Ego, Leaving the Passion

Crushing the Ego, Leaving the Passion

“Ego dan ambisi mungkin tidak selamanya baik. Selesai menempuh pendidikan S2 desain di salah satu perguruan tinggi di Bandung, saya memutuskan untuk berkarir sejalan dengan passion yang saya miliki, yaitu terjun ke dunia bisnis industri kreatif. Saya merasa di sinilah hidup, karir, dan mungkin keluarga saya nantinya.

Namun, saya yang merupakan anak sulung memiliki tanggung jawab untuk kembali ke rumah dan menjaga orang tua. Ayah dan ibu pun kerap menghubungi dan meminta saya pulang, menyarankan saya untuk berkarir sebagai akademisi di tanah kelahiran saya di Jawa Timur. Di tengah dilema yang melanda, kejenuhan dan kegagalan mulai menghampiri. Bisnis yang terus menerus merangkak dan  lamaran demi lamaran kerja di kota ini yang seluruhnya gagal membuat saya akhirnya memutuskan untuk mengalahkan ego dan meninggalkan ambisi saya untuk kembali ke Jawa Timur, memulai semuanya dari nol demi dekat dengan orang tua.

Tidak saya sangka semuanya terasa lebih mudah, hidup, karir, dan bahkan dipertemukan dengan istri saya di kota ini. Saat ini, saya dan istri siap menyambut calon jagoan kita yang akan hadir dalam beberapa minggu.

Saya dulu berpikir bahwa pilihan sayalah yang terbaik, mungkin saya terlalu mengandalkan ego. Menganggap sayalah yang paling mengerti tentang diri saya sendiri. Ketika harusnya saya sadar bahwa orang tua saya lah yang juga mengenal dan telah membesarkan saya yang tahu apa yang terbaik bagi saya.

Ketika anak saya lahir nanti, saya berjanji mengatakan satu hal padanya. “Berbaktilah pada ibumu, ya nak”.”

“Believe it or not, sticking to ego and ambition might not always the best choices. After finishing my master study in design in Bandung, I decided I wanted to do my passion, plunging into the creative industry and start my own business. I thought that in here is my life, my career, even maybe my future family. However, as the oldest son of the family, I have to return home and taking care of my parents. They kept calling and ask me to go back and work there as an academic. In the midst of that dilemma, exhaustion and failures started to hit me at the same time. My business was going nowhere, I applied for jobs here and there and I failed in everything. At that point, I made up my mind to finally beating my ego, leaving my ambition and my passion, and I flew home to East Java. Starting over and stay close to my parents. Surprisingly, everything seems easier, my life, my career, even then I met my wife for the first time and now we are expecting our little hero in a few weeks.

It is magical. When I thought my first choice was the best for me, but in the end it wasn’t, I was struggling too much. Then my parents came and showing me that I have another option, and when I took it, I realized it was the best for me.

When our little hero is born, I promise to whisper one thing to their little ear, “listen to your mom, kiddo”. “

Gentlemen Journey Quiz Winner: Nova Ridho Sisprasojo (@novajourneys)

Comments