Loading...

Gentlemen Journey | Chapter 3: Emirates Stadium London

Gentlemen Journey | Chapter 3: Emirates Stadium London


Emirates: Stadion favorit saya di kota London.

Lagi-lagi masih terletak di zona 2 – agak ke utara kota London. Untuk mencapainya bisa naik tube (underground) menggunakan picadelly line dan turun di stasiun Holloway Road. Karena stadion ini masih tergolong baru – Emirates punya segalanya: Kemegahan, desain futuristik, tur stadion terbaik, toko merchandise yang megah, hingga dinding sejarah dan monumen kebanggaan mereka: monumen the invincibles dan patung Thierry Henry.

 

London adalah kota yang sangat mahal, bisa dibayangkan betapa mahalnya memiliki stadion sendiri di tengah kota ini, dan itulah yang dimiliki oleh Arsenal. Tidak mengherankan kenapa harga tiketnya paling mahal di Premier League. Mungkin harga tiket musiman Arsenal tidak akan mampu saya beli sekalipun saya sudah bekerja di City.

Itu pula reaksi pertama teman-teman saya di kantor saat mereka tahu saya pindah dari London ke Manchester. Alex, pernah bilang: “Percuma tinggal di London jika tidak punya gaji yang cukup untuk menikmatinya, itulah kenapa saya menolak pindah kesana.”

 

Kenangan terdekat yang saya punya tentang Arsenal adalah lewat mata para pemain yang pernah membela mereka: Samir Nasri, Gael Clichy dan Bacary Sagna. Dari ketiga pemain ini, Sagna adalah yang paling ramah dan menyenangkan.

Desember 2015 saat kami merayakan pesta Natal di Revolution de Cuba – salah satu bar & restoran terkenal di kota Manchester, sekitar pukul 11 malam saya keluar dan berdiri di samping gedung. Saya tidak minum alkohol dan tidak ikut les salsa yang diberikan klub karena ada kompetisi salsa di pesta Natal ini, sehingga saya merasa bosan dan ingin mencari udara segar di luar.

 

Sagna lalu berdiri di samping saya dan bertanya: “Bolehkah saya berdiri disini bersama Anda? Saya sedang menunggu teman saya menjemput.”

“Tentu saja,” saya menjawab.

 

Saya bertanya apakah dia merindukan kota London, dia bilang ‘sedikit’. Jawaban yang jujur, setiap orang yang pernah tinggal disana lalu pindah pasti merindukannya. Lagipula, ia adalah bintang disana selama empat musim. Logat Sagna sangat kental Prancis-nya dan ia beruntung memiliki Arsene yang membimbingnya untuk menjadi pemain penting di Premier League sehingga ia bisa pindah ke Manchester.

 

Apapun yang terjadi, Arsenal dan Emirates Stadium adalah sebuah klub dan kandang yang dikelola dengan sangat profesional. Di mata saya – Spurs tidak akan sanggup melewati pamor Arsenal meski mereka juara Premier League atau mengakhiri musim di atas Arsenal lebih dari lima musim beruntun. Ini adalah sebuah klub yang dikelola dengan begitu hebat, dan stadion Emirates seakan menjadi mahkota yang mewakili perpaduan gaya hidup London dan mimpi sepakbola anak-anak muda di London.

 

Hanif Thamrin,

Brodo Gentleman

,\\"to\\":[]}&orderby=date&order=DESC","_sow_form_id":"5a27b6b2d2b19","_sow_form_timestamp":"1512552020075"}}”]

Comments