Loading...

Gentlemen Journey | Final Chapter: Old Trafford & Manchester Derby

Gentlemen Journey | Final Chapter: Old Trafford & Manchester Derby



 

Old Trafford

 

12 April 2015 – Manchester United v Manchester City adalah pertandingan pertama saya setelah resmi bergabung dengan Manchester City sebagai International Content Producer.

Dua hari sebelumnya, tepatnya hari Jum’at pukul 13.00, saya turun ke lantai dasar Headquarter City Football Academy untuk mengambil secangkir latte, saat menoleh ke pintu masuk dan melihat sebuah Range Rover hitam yang berhenti persis di depan pintu putar. Tak banyak orang yang boleh memberhentikan mobilnya disana, jika dihitung kemungkinannya: Pertama adalah Sheikh Mansour, kedua Khaldoon Al Mubarak, atau CEO kami Ferran Soriano. Saat pintu depan dibuka ternyata yang turun tidak satupun dari mereka, melainkan sosok berambut ikal putih dengan jaket training Manchester City.

 

Sosok itu adalah Manuel Pellegrini. Itulah pertemuan pertama saya dengan the charming man.

 

Ia menyapa Catherine, resepsionis kami dengan ramah – lalu saya dan Manuel naik ke lift yang sama menuju lantai 1: ruang konferensi pers City.

Itu menjadi kali pertama saya meliput konferensi pers manajer kami yang akan berlangsung setiap hari Jum’at di tempat dan waktu yang sama – kali pertama saya meninggalkan shalat Jum’at semenjak pindah ke Inggris, dan beberapa kali lagi ke depannya – karena jamnya bentrok dengan sesi konferensi pers Pellegrini.

Sergio – bos saya sekaligus penerjemah Pellegrini duduk di sampingnya menjawab pertanyaan wartawan, Sergio yang asli Madrid bercerita jika terkadang ia ikut ke ruang ganti menerjemahkan penjelasan taktik kepada pemain City. Hari itu saya berkata dalam hati: “Seandainya saya bisa berbahasa Spanyol, saya akan bekerja dengan giat sebagai penerjemah Pellegrini sembari mengambil lisensi UEFA Pro dan berharap suatu hari bisa menjadi asisten pelatih.”

 

Siapa sangka dua musim berselang Manuel melatih di Cina, mungkin seharusnya saya mempelajari bahasa Cina.

 

Laga di hari Minggu itu berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan tetangga kami, kendati di akhir musim kami mengakhiri musim diatas United. Vinny cedera saat jeda babak pertama, ia lalu ditarik keluar dan absen hingga akhir musim. Saya ingat di pesta Natal klub pada bulan Desember di tahun yang sama ia bergurau ketika membuka sebuah amplop – “Sepertinya saya bisa terkena cedera lagi karena membuka amplop ini,” itu adalah cedera yang berat untuknya dan sebagai kapten tak sekalipun ia terlihat down atau mengeluh.

 

Pertandingan pertama yang saya cover setelah bekerja untuk City adalah Derby Manchester – tak ada laga yang lebih besar lagi untuk membukanya. Saya merasa kota Manchester mengucapkan ‘selamat datang’ kepada saya dengan cara spektakuler. Meski saya tidak meliput laga ini dari Old Trafford – karena di laga tandang biasanya kami dapat tugas bergilir, terutama jika itu bigmatch maka kursi wartawan biasanya sangat terbatas. Kecuali saat laga kandang maka seluruh tim media klub sudah memiliki kursi sendiri-sendiri di Colin Bell Stand.

Saya menyaksikan laga itu di kantor kami – City Football Academy, teman-teman saya berbaik hati memesan vegetarian pizza karena saya tidak bisa makan daging yang tidak halal. Itulah toleransi luar biasa yang saya alami, tujuh teman saya lainnya adalah non-muslim dan mereka rela makan pizza vegetarian demi saya. Hari itu saya menemukan rumah dan teman-teman baru yang mengisi hidup saya hingga hari ini. Satu dari Prancis, satu dari Korea, satu dari Rusia, satu dari Portugal, satu dari Cina, satu dari Spanyol dan satu dari kota Manchester.

 

Hari itu saya sadar, bahwa takdir saya adalah untuk bekerja di dunia sepakbola.

 

Tak terasa cerita perjalanan saya dalam kisah Gentlemen Journey ini sudah hampir dipenghujung cerita, namun perjalanan dan karir saya rasanya takkan cukup tuk diceritakan lewat beberapa chapter dalam jurnal Brodo ini. Jadi terimalah persembahan terakhir kolaborasi perjalanan saya bersama Brodo lewat Kuis Tebak Gol Brodo langsung bersama saya dalam laga Derby Manchester yang berlangsung di instagram Brodo (langsung klik button dibawah Bro).

*ada kejutan dari saya pribadi di awal tahun 2018 nanti, bukan hanya untuk penggemar Manchester City tapi untuk seluruh penggila Liga Primer Inggris, Om Bro bisa jadi juga jadi kejutan tambahan. Tunggu tanggal mainnya Bro!

Hanif Thamrin,

Brodo Gentleman

,\\"to\\":[]}&orderby=date&order=DESC","_sow_form_id":"5a2ad430473d5","_sow_form_timestamp":"1512756278048"}}”]

Comments