Loading...

Gentlewomen Journey of Dinda - Spesial Hari Kartini

Gentlewomen Journey of Dinda – Spesial Hari Kartini

“Tahun 2015 aku datang ke kota ini. Usiaku tujuh belas waktu itu. Bagi seorang perempuan yang baru lulus SMA, mungkin merantau jauh dari keluarga menjadi hal paling berat yang aku alami. Apalagi untuk aku yang manja dan ceroboh. Aku sempat berpikir ulang. Namun demi pendidikan yang lebih baik, dengan berat hati aku memutuskan meninggalkan keluargaku di Garut
untuk tinggal di Bandung.

Setahun berlalu. Aku mulai terbiasa dengan keseharian di sini. Sampai tahun 2016 ketika aku mendapat kabar buruk bahwa dari keluarga menyangkut masalah finansial ayah. Kejadian ini berlanjut hingga lima bulan. Masalah yang kemudian merembet ke hal-hal yang lebih besar bagi ayah dan ibu. Membuat kerukunan keluargaku memudar.  Aku berencana untuk berhenti kuliah. Pilihan paling logis saat itu untuk tidak membebani orangtua dengan kebutuhan – kebutuhan perkuliahan.

Ketika aku hampir mengurungkan impian untuk melanjutkan pendidikan, tawaran kerja sebagai shopkeeper datang dari seseorang yang bekerja di @bro.do. Menjadi satu-satunya harapan saat itu. Walaupun bayangan untuk bekerja sambil kuliah terasa sangat berat, pada akhirnya aku mengambil tantangan tersebut. Saya tetap menjalani kuliah, melakukan kewajiban saya di Brodo, dan secara tidak langsung membantu keluarga saya mengembalikan harapan yang sebelumnya kami miliki.
Untuk melihat anaknya mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana.

Dinda, wanita manja yang saat itu dengan berat hati tinggal jauh dari keluarga, kini bekerja untuk membayai hidupnya sendiri.

Selamat Hari Kartini, wanita Indonesia.”

“I came to this city in 2015. I was seventeen at that time. For a girl that was freshly out of high school, travelling far away from a family maybe the hardest thing went through. Even more for me, a spoiled and clumsy girl. I was thinking twice about this decision. But for the sake of my education, with a heavy heart, i left my family in Garut to live in Bandung.

A year passed, I’m getting used to my life as a student. Until 2016 when I heard a bad news about financial issue in my family. A condition that is spreading to a bigger issue in my family. It started to ruin the harmony in my family. I was planning to quit college and come back home.

At the time i was almost giving up on my dream, i got an offer to work as a shopkeeper at Brodo. It became my one and only hope that time. Although imagining to work while attending daily class would be so hard for me, in the end I accepted that challenge.

I’m not quitting my college, I’m doing my responsibility in Brodo, and in the same time helping my parents. I recover their hope to see their daughter have a bachelor degree in college.

Dinda, that spoiled and careless little girl who was heavy heartedly leave her family, now working to afford her own life

Happy Kartini’s day, women of Indonesia.”

Comments

Share: