Loading...

I Chose My Brother

I Chose My Brother

“Tahun lalu, saya harus memilih antara menyelesaikan studi atau “menyelamatkan kakak”. Kakak saya didiagnosa menderita tumor saraf di lehernya. Bagi saya, pendidikan adalah jalan hidup saya, sementara keluarga adalah hidup saya. Pendidikan adalah dasar hidup saya, sesuatu yang saya yakini akan memberi perubahan yang lebih baik pada hidup saya. Tapi situasi ini memaksa saya untuk memutuskan mana yang harus menjadi prioritas. Dan pada akhirnya, saya memilih untuk mendampingi kakak menjalani perawaatan medis. Tak disangka, saya tidak membuat keputusan yang keliru. Setelah proses panjang yang melelahkan, kakak saya sembuh lebih cepat dari dugaan kami. Saya tidak pernah menyangka keputusan yang saya buat telah merubah cara pandang saya tentang hidup. Bahwa selalu ada pembelajaran di setiap situasi sulit yang kita jalani, asal kita berani menghadapinya.”

“Last year, I had to choose between to finish my study or “to save my brother”. My brother was diagnosed with nerve tumor in his neck. It was a hard choice. For me, my education is my way of life, while my family is my life. Education is the foundation of my life, something I believe in that will change my life for the better. But then, this situation forced me to decide my priority. I chose my brother; I chose to stand by his side along the way of his medical treatment. It was the right decision. After a long grueling process, my brother healed faster and sooner than we predicted. I never thought such decision could change my perspective about life. That there is always a lesson in every difficult situation we face, as long as we are brave to face it.”

Gentlemen Journey Quiz Winner: Joelianto Akbar (@joeliantoakbar)

Comments