5 hal yang sering kita lupakan di awal bulan Ramadan

.

Ramadan yang baru saja kita jelang, selalu jadi momentum yang dinantikan untuk kebanyakan orang. Asiknya berkumpul bersama teman – teman saat buka bersama, bertemu sanak saudara di hari lebaran, tambah khusyuknya nikmat beribadah bagi kita yang melaksanakan, hingga dimaafkannya segala lupa dan dosa, menjadi salah satu motivasi kita melaksanakan ibadah puasa.

.

.

Namun, tak jarang kita melupakan beberapa hal krusial yang perlu dipersiapkan di awal bulan Ramadan. Karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kita perlu menyesuaikan diri, untuk menghadapi metabolisme tubuh yang perlu beradaptasi, menjaga perkataan dalam bersosialisasi, juga kemampuan kita dalam mengontrol emosi.

.

Beberapa hal yang perlu yang perlu kita perhatikan mulai sekarang, bisa berupa:

1. Atur pola tidur dengan ketat

Pola tidur kita akan berubah total selama bulan Ramadhan tanpa bisa dipungkiri, dan jika kita termasuk orang yang biasa bekerja malam, kita sangatlah perlu mengubah kebiasaan ini. Cobalah untuk tidur dua jam lebih awal dari biasanya, hal ini akan mentoleransi waktu tidur yang kita gunakan untuk melaksanakan sahur serta solat subuh dan menjaga kita agar tetap bisa bangun tepat waktu. Jika memungkinkan cobalah untuk tidur siang, kebiasaan tersebut bisa membantu kita tetap energik selama berpuasa.

.

2. Kurangi konsumsi rokok dan kafein

Bagi perokok, puasa bisa menjadi tantangan yang amat berat. Lumrah halnya apabila kita yang sebelumnya perokok berat akan mengalami gejala seperti gelisah, perubahan mood, sakit badan dan sakit kepala.

Namun momen Ramadhan bisa jadi awal mula hidup lebih sehat, dimana motivasi kita untuk mengurangi konsumsi rokok diperkuat dengan berkurangnya jam dimana kita diperbolehkan merokok. Kalau dorongan internal dan eksternal sudah ada, harusnya kita yakin sehabis lebaran nanti kita bisa berhenti.

Hal serupa juga bisa dilakukan mereka yang biasa minum kopi sebelum mengawali hari. Tidak atau mulai mengurangi kafein saat sahur dan buka menjaga kecukupan air dalam tubuh selama puasa. Bila terasa mengantuk di siang hari bisa dicoba terapkan “power nap” untuk mengembalikan stamina tubuh.

.

3. Rencanakan menu sahur dan buka puasa

Kenaikan berat badan selama puasa Ramadan bukan hal aneh. Beberapa hal bisa menjadi penyebabnya misal makan larut malam, kecenderungan makan berlebih, atau lebih suka makan hidangan dengan karbo tinggi yang digoreng. Kondisi ini bisa diantisipasi dengan merencanakan dan menyiapkan menu untuk sahur dan buka yang lebih sehat. Gunakan waktu makan siang kita yang tak terpakai hari ini untuk memulai perencanaan menu sahur dan berbuka yang tepat untuk sebulan kedepan.

.

4. Berolahraga

Melakukan rutinitas olahraga berdampingan dengan rutinitas berpuasa merupakan hal yang baik bagi kesehatan tubuh dan mental kita, karena detoksifikasi yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan ini bisa jadi berlipat karena dua kegiatan ini. Namun harus ada penyesuaian waktu dan intensitas kegiatan supaya tidak mengganggu puasa. Misal mengganti latihan yang berintensitas tinggi menjadi sedang, dan jangan sampai kamu memaksakan diri.

.

5. Periksakan diri ke dokter

Tidak ada salahnya sesegera mungkin konsultasikan kesehatan kita pada dokter. Apalagi jika memang ada masalah pada kesehatan yang berisiko mengganggu puasa kita, dokter akan memberi pertimbangan, saran, dan resep obat yang tepat supaya bisa menjalankan puasa dengan baik.

Bagi kita yang menderita diabetes, tekanan darah atau masalah kesehatan lainnya, tanyakanlah kepada dokter apakah kita bisa berpuasa atau tidak. Dokter akan membimbing kita bagaimana agar tetap sehat saat berpuasa dan terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan untuk terjadi, mengingat satu bulan penuh tubuh ini perlu menyesuaikan pola makan dan istirahat yang berubah.

.

Sedikit tips ini mudah – mudahan bisa berguna dan berarti bagi kita yang punya rutinitas padat dan sering lupa memperhatikan hal – hal yang sebenarnya bersifat krusial, dan niscaya bisa bikin ibadah puasa Ramadan kita makin afdol dan kegiatan sehari – hari kita kedepannya bisa makin pol.

.

.

.

(Promo: solusi manjangin umur THR, cek disini)

Comments